Langsung ke konten utama

Nuansa Warna Pernikahan



Banyak pendapat dalam menentukan warna seragam pernikahan, ada yang bilang sebaiknya senada, ada yang justru bilang dibedakan.

 Lamaran

1.       Me >> kebaya hijau + kain betawi hijau
2.       Him >> demang cokelat muda + aksen kain betawi hijau
3.       Ortu/ camer/ adik/ caipar >> emas
4.       Keluarga >> bebas
5.       Dekorasi >> hijau

Akad nikah

 Pengantin pastinya putih dong, yang lainnya:
1.       Ayah/ bapak mertua >> jas hitam + kemeja putih + sarung ungu
2.       Ibu/ ibu mertua >> ungu muda
3.       Adik/ ipar >> lavender
4.       Penerima tamu >> pink
5.       Uwak laki/ Om >> jas warna gelap + sarung ungu
6.       Pakde/ Om >> jas warna gelap + sarung bebas
7.       Uwak perempuan/ Tante >> kebaya encim putih + kain bebas
8.       Bude/ Tante >> bebas
9.       Dekorasi >> Ungu

Resepsi

Saya sendiri ketika resepsi menggunakan warna peach (my fave color)+ sentuhan emas. Warna ini berbeda dengan warna2 lainnya yg menjadi tema di resepsi tersebut. Kenapa? Supaya ketauan mana pengantinnya, hehehe. Yg senada dengan warna peach ini hanya warna undangannya.

Untuk warna2 lainnya sebagai berikut:
1.       Orang tua/ mertua, adik/ ipar, uwak/ bude-pakde/tante-om >> merah marun
2.       Penerima tamu >> emas
3.       Dekorasi >> marun dan emas
4.       Among tamu, seragam teman >> gradasi ungu
Kok beda2? Ya karena dalam adat Betawi memang harus berani main warna dalam pernikahan sebagai perlambang bahwa orang Betawi itu sifatnya berani namun tetap ceria. Untuk foto2nya bisa dilihat di posting2 sebelumnya ya :)

Pada prinsipnya, kalau mau ngasih seragam atau merequest orang2 untuk memakai warna tertentu dalam acara pernikahan kita dg modal mereka sendiri, adalah... JANGAN NYUSAHIN:

1.       Jangan ada pemberitahuan mendadak. Baik itu ngasi bahannya mendadak atau info ke mereka untuk pake warna tertentu mendadak. Mereka kan butuh persiapan juga untuk jahit/ beli/ pinjem.
2.       Jangan memberatkan secara ongkos. Untuk kasih bahan seragam ke teman2, pastikan bahwa mereka tidak akan kesulitan dalam pembiayaannya.
3.       Yang nyaman. Bahan dan warna yang nyaman memudahkan mereka dalam ongkos menjahit juga berguna bagi mereka untuk memakainya pada kesempatan lain. Waktu itu saya memikirkan juga gimana supaya bahannya:
-          Bisa dipake sama yangberjilbab/ tidak berjilbab
-          Fleksibel mengikuti perubahan bentuk badan. Baik yg lagi hamil/ habis melahirkan/ dalam kondisi normal, bisa memakai
-          Nyaman dipakai sama orang yang mempunyai adat istiadat yang berbeda.

Ini foto2nya seragaman  di resepsi pernikahan saya:

geng arisan ++

geng s2

geng penerima tamu
up: geng kantor lama | down: geng s1
 

Oh ya, ini seragam bridesmaids geng Arisan, selama menghadiri beberapa pernikahan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengajian 4 Bulanan & Siraman 4 Bulanan ala Betawi

“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …”(HR. Bukhari dan Muslim)
Alhamdulillah trimester pertama kehamilan terlewati dengan sukses. Sukses mual, sukses mabok, sukses turun 2kg saking susah masuk makanan. Benar-benar bed rest sayaaah (sambil sesekali work from home pastinya). Serba salah bener, gak makan… laper, pas masuk makanan… muntah. Dalam sehari itu bisa total 10x muntah. Yang penting sehat deh untuk Ibu & Bayi.
Nah tibalah saatnya mengadakan pengajian 4 bulanan. Sebenarnya gak ada di dalam Qur’an atau hadits untuk melakukan ritual tertentu ketika usia kandung…

Pulang 3 Hari & Ngunduh Mantu

Siapa bilang kemeriahan berhenti saat resepsi? Masih ada tradisi2 lain yang kami ikuti dengan sangat seksama, hehehe

Pulang 3 Hari

Dalam adat Betawi, setelah akad nikah, pengantin biasanya tinggal di tempat keluarga pengantin perempuan selama 3 hari. Lalu setelah 3 hari tersebut diadakan acara resepsi ngunduh mantu oleh keluarga pengantin laki-laki, makanya dinamakan "Pulang 3 Hari". Kebetulan kan mertua gue juga pengen ngunduh mantu ala Jawa, hehehe.

Saat acara "pulang 3 hari" ini, pengantin akan diantar oleh iringan rombongan keluarga pengantin perempuan (tanpa orang tua pengantin perempuan lho ya... orang tua pengantin perempuan baru akan datang ketika acara ngunduh mantu), dengan membawa makanan (kue2, sayur mayur, dsb) ke tempat keluarga pengantin laki2. Untuk apakah makanan2 tsb? Untuk membantu persiapan keluarga pengantin laki2 dalam menggelar acara ngunduh mantu. Lalu kenapa orang tua pengantin perempuannya gak boleh ikut? Supaya si pengantin perempuan memb…